RSS

Dengar Curhatku....



Bismillahirrohmanirohiim…


Sebelumnya saya mau minta maaf buat band Vierra, dimana salah satu judul lagunya yang popular telah saya jadikan judul untuk postingan ini. terlepas nanti postingan ini bermanfaat atau hanya akan menjadi sampah, saya mohon maaf, saya hanya ingin mengeluarkan sampah-sampah kata yang ada dikepala saya, dan semua ini murni hanya curahan hati saya sebagai seorang wanita alias perempuan bin anak gadis. Dan saya juga tidak berharap sesiapapun yang dengan sengaja atau ngak sengaja membaca wasiat ini setuju dengan curahan hati saya ..

Jadi tepatnya “dengarlah curhatku…wahai wanita?”. Semua berawal dari ketidak setujuan saya dengan akan digelarnya miss world di Indonesia. Entahlah, terserah siapa mau bilang apa tentang saya tapi keputusan saya tidak akan berubah, buat saya gerakan #tolakmissworld adalah harga mati untuk kemuliaan perempuan.

Mungkin saya adalah salah satu peninggalan purba yang layak untuk dilestarikan. Karena saya tidak pernah berfikir kalau cantik itu adalah “fisik”. Saya sangat merasa aneh dengan kaum saya sekarang. Bukan hanya kaum lelaki yang memandang cantik itu adalah fisik, tapi kaum perempuan sendiri memandang cantik itu adalah “fisik”. Cantik itu identik dengan rambut hitam yang lurus, kulit mulus bersih bebas hama (?) badan langsing, tinggi dan kaki seperti kaki bangau.  Entahlah saya tak habis pikir dan ngak mau berfikir habis-habisan. Sejak kapan defenisi cantik harus seperti itu? Dan parahnya mereka mendapatkan itu dengan jalan yang bersusah payah. Harus rela disuntik sana dan sini untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, sungguh suatu penyiksaan buat diri sendiri. Bahkan kabar terakhir yang saya baca, mereka harus rela makan kapas yang dicelupkan ke jus agar apa? Agar berat badannya tidak bertambah. Belum lagi biaya besar yang harus mereka keluarkan untuk mendapatkan semua itu. Tapi semua itu palsu ya? Alias buatan

Lantas buat apa semua itu?? Apa artinya mereka bersakit-sakit dan bersusah payah untuk tampil cantik? Entahlah saya tidak bisa mengerti apa yang ada dibenak mereka. Apa guna nya pamor, popularitas dan kekayaan tapi mereka sendiri tersiksa dan ngak dapat menikmati hidupnya. Dan parahnya, kenapa mereka mesti bangga saat jadi tontonan? Saat semua mata bisa melihat mereka? Aaah mereka sudah tak bedanya dengan boneka berbie menurut saya.

Satu-satunya agama yang memuliakan wanita dan memberikan hak yang lebih tinggi untuk lebih dihormati adalah islam, tapi entah kenapa masih banyak wanita muslimah yang pemikirannya masih jahiliyah. Tapi kalau dikatakan jahiliyah mereka adalah orang-orang berpendidikan?? Aaah saya jadi galau harus member gelar apa buat mereka. Atau mungkin saya yang masih jahiliyah berfikirnya makanya ngak setuju dengan pendapat mereka.

Saya heran jungkir balik saat mereka mengelu-elukan gerakan emansipasi wanita, menuntut persamaan hak? Apakah mereka tidak berfikir? Tidak tau kah mereka dalam islam kedudukan wanita itu lebih mulia dari laki-laki? Dalam islam wanita itu harus dilindungi, dihormati, dan dijaga. Lantas kenapa mereka harus menuntut untuk disamakan dengan laki-laki?? Ada 19 kelebihan wanita dibanding laki-laki, dan salah satunya do’anya lebih duluan di dengar Allah dari pada laki-laki. Aaah.. sungguh suatu kemunduran menurut saya kalau menuntut persamaan hak. Kalau saya pribadi mah ngak mau ikut-ikutan emansipasi.  Dan tidak taukah mereka kalau wanita yang sholehah akan membuat bidadari cemburu..lantas apa lagi yang harus saya tuntut? Sementara posisi saya sudah sangat dimuliakan oleh islam.

Dan saya lebih heran lagi ketika mengikuti kontes-kontes kecantikan dianggap sebagai sebuah prestasi yang membanggakan. Prestasi yang bagaimana? Apalagi dengan slogan Beauty, Brain dan Behavior (3B). Cantik, pintar dan beretika. Benarkah konsep ini? entahlah, saya pribadi merasa memiliki konsep 3B ini. tapi ngak masuk miss world, berarti ini penilainnya ngaur atau saya nya yang ngaur?

Beauty. Cantik. Cantik yang bagaimana sih? Jelas-jelas Rasulullah bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim). Jadi konsep cantik yang sebenarnya itu adalah yang “Sholehah” yang kecantikannya tersimpan hanya untuk orang-orang tertentu. Jadi cantik itu bukan yang auratnya kemana-mana. Bukan yang kosmetiknya tebal, dan bukan yang sudah operasi sana dan sini. Cantik itu yang Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al Quran.

Saya kok ya ngak habis fikir, ntu ayahnya atau suaminya kok malah bangga ya ketika anak perempuannya atau istrinya keluar rumah dengan berpenampilan seksi, dengan riasan wajah yang menawan. Dimana semua mata bisa menikmati keindahannya. Apakah mereka ngak memiliki rasa cemburu? Tidakkah mereka tau.. Sesungguhnya Rasulullah telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-sifat yang jelek, yaitu ‘Dayyuuts’. Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir r.a, serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dari Abdullah bin Amr r.a, dari Nabi Saw bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.
 kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau mereka telanjang alias keluar tanpa hijab dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka . . .” (QS. At-Tahrim: 6)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (QS At Taghaabun: 14)

Dan anehnya, sekarang ini ketika wanita sangat menjaga kehormatannya justru dianggap aneh, dianggap keterbelakangan. Saat saya mengindari untuk tidak berjabat tangan dengan lelaki lain justru dianggap sangat aneh, padahal saya hanya ingin melindungi diri saya dan melindungi kaum laki-laki dari azab Allah.. tidak kah mereka tau? Dari Ma’qil bin Yasar ra. berkata : Rasulallah bersabda:“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal (bukan muhrim) baginya.” (HR. Thabrani )
Dan ada banyak ayat dan hadist yang memerintahkan kita untuk menundukan pandangan, baik laki-laki maupun perempuan. Tapi zaman sekarang apa? Yang ada malah semua dipertontonkan. 

Saya sangat heran dengan laki-laki dan wanita sekarang, tidakkah mereka tau? “Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke neraka.(HR. Bukhari dan Muslim)

Aaah.. klo saya jadi laki-laki, mungkin saya akan sangat cemburu saat istri dan anak perempuan saya keluar dengan ber make-up ria dan wangi-wangian, sementara dia dirumah hanya apa adanya. Apalagi sampai berinteraksi yang tidak pada tempatnya dengan laki-laki lain yang tidak halal buat mereka.

Tapi bukankah fitrahnya wanita itu ingin tampil cantik dan menarik? Benar, emang udah fitrahnya wanita itu ingin sexy dan menarik, saya pun sebagai wanita suka berpenanpilan sexsy. tapi islam telah mengaturnya dengan indah. Perempuan dipersilahkan berdandan habis-habisan, berpakaian seminim mungkin asalkan itu dilakukan untuk mahramnya dan itu dilakukan dirumahnya. Karena kecantikan wanita itu hanya untuk mahramnya, untuk suami dan anak-anaknya. Tuuuh indah banget kan? Karena Kenikmatan tertinggi itu adalah ketika wanita mau diatur oleh agama

Brain. Kepintaran, alias kecerdasan otak. Apakah konsep cerdas itu seperti kebanyakan yang dilakukan wanita sekarang? Apakah mereka menganggap sekolah diluar negri, dapat title sepanjang kereta, sudah dianggap pintar? Bukan itu ladies. Cerdas itu adalah ketika kita mampu menggunakan “akal” kita untuk memahami perintah Allah dan menyerab ilmunya Allah.

Apakah masih bisa dikatakan cerdas, saat mereka melakukan hal-hal yang menyakiti diri hanya untuk tampil cantik? Apakah bisa dikatakan cerdas jika mereka mempertontonkan auratnya ditempat umum? Apakah bisa dikatakan cerdas ketika mereka lebih hapal lirik lagu dibanding Alqur’an? Apakah bisa dikatakan cerdas ketika dia lebih mengejar dunia ketimbang mempersiapkan tempatnya diakhirat? Apakah itu yang dinamakan cerdas ketika mereka lebih memilih karir diluar dibanding karir utamanya dirumah sebagai madrasah utama buat anak-anaknya? Apakah dikatakan cerdas ketika pendidikan anak-anaknya diserahkan kepada orang lain? Padahal mendidik anak-anak itu adalah tanggung jawab orang tua dunia dan akhirat, tidak akan bisa digantikan dengan memasukkan anak kedalam sekolah super elit, dan tidak bisa digantikan oleh neneknya apalagi oleh baby sitter nya.

Aaah sudahlah..sungguh saya tidak bisa menjawabnya. Cerdas seperti apa sih yang mereka maksud? Apakah cerdas namanya ketika wanita tidak sadar kalau mereka hanya menjadi objek komoditas untuk menghasilkan uang? Cerdaskah ketika harga paha ayam lebih mahal dibanding harga paha mereka yang bisa dinikmati gratis setiap mata yang memandang.

Cerdas yang saya tau itu adalah ketika seorang wanita tau posisinya, tau hak dan kewajibannya baik sebagai anak, istri maupun sebagai ibu. Dan mampu mencetak generasi luar biasa, seperti asma, Zainab atau khansa, yang mampu melahirkan kader dan generasi bangsa yang luar bisa. Dan menurt saya lagi, wanita yang cerdar itu adalah yang mencerdaskan, yang mampu membuat suaminya menjadi sukses, membuat anak-anaknya sukses. Dan yang penting mampu mencerdaskan generasi. Bukan malah merusak generasi seperti sekarang.

Behavior alias beretika. Ini yang membuat saya bingung sebingung bingungnya. Dimana letak etikanya?? Apa bisa dikatakan beretika jika mereka mengajarkan bagaimana wanita meninggalkan perintah Tuhannya? Apa bisa dikatakan beretika ketika mereka keluar rumah berpakaian tapi telanjang? Maka saya tidak akan merasa heran. Anak-anak sekarang susah sekali untuk diarahkan kearah yang lebih baik. Bagaimana tidak, madrasah utamanya telah mengajarkannya kearah yang salah. Bagaimana mungkin kita akan mengharabkan anak-anak yang sholeh dan sholehah, sementara kita sendiri tidak pernah mencontohkan bagaimana menjadi orang yang sholeh dan sholehah.

Jadi beretika yang bagaimana yang mereka maksud? Yang berlenggak-lenggok dihadapan public dan menampakkan anggota tubuhnya dihadapan umumkah??  Yang becanda dan bermanja-manjaan dengan laki-laki yang bukan mahramnyakah? Yang bergandengan tangan dengan laki-laki yang belum menjadi suaminya dalam menghadiri pesta, inikah beretika yang mereka maksud? Atau yang malah berpelukan, cium pipi kiri dan kakan dengan laki-laki asing saat bertemu.inikah yang namanya beretika?

Aaaah.. sungguh saya tidak mengerti. Karena yang beretika versi saya itu adalah, ketika wanita mampu menjalankan perintah Tuhannya, dan mencontohkan kepada generasi berikutnya. Beretika itu adalah ketika mengajarkan anak-anaknya berhijab dengan cara dia berhijab dengan sempurna terlebih dahulu. Beretika itu adalah ketika canda, tawa dan kemanjaan itu hanya untuk suami, anak dan keluarga. Beretika itu adalah ketika lebih memilih berdiam diri dirumah ketimbang nongkrong dikafe bareng teman-teman laki-laki. Beretika itu adalah ketika malu kalau keluar rumah tanpa hijab. Beretika itu adalah tidak membiarkan badannya disentuh oleh yang tidak halal baginya. Jangan kan disentuh,dilihat saja tidak boleh. beretika itu adalah tidak membiarkan badannya menjadi tontonan dan objek pemikiran buruk laki-laki.

Itulah kenapa saya ingin sekali melakukan #tolakmissworld karena saya sebagai wanita merasa sangat sangat terhina, karena konsep 3B (Beauty, Brain,Behavior) tidak seperti itu seharusnya..
Dan parahnya kenapa para wanita yang katanya cerdas itu ngak ngerasa ya klo mereka hanya dimanfaatkan demi “uang”. Ngak kepikirankah mereka berapa banyak uang yang bisa diraup oleh pelaksana dan sponsor, sementara mereka dapat apa? Dapat tersiksanya dan dapat populariats semu hanya untuk waktu 1 tahun saja, karena tahun berikutnya mereka harus menyerahkan mahkota itu kepada wanita lainnya dan setelah itu tak akan banyak yang mengenang mereka. Dan tidak heran ketika berumah tangga sering terjadi keributan, kenapa? Karena mereka ngak paham hak dan kewajibannya, ngak paham tugas dan tanggung jawabnya..

”..perempuan, yang di tangannya dititipkan amanah peradaban, yang di bawah telapak kakinya dititipkan surga, yang kepada dunia dititipkan sebagai perhiasan terindah baginya.” Kurang apalagi coba???
Tapiiiiii….tanpa keshalihan, perempuan juga bisa menjadi malapetaka, begitu kan? bisa jadi sumber fitnah, hingga menjadi sebagian besar penghuni neraka. *naudzubillah*

Saya memang sangat jauh dari sempurna namun saya tetap terus berusaha untuk bisa memperbaiki diri dari hari ke hari, saya pun pernah salah dan melakukan banyak kekeliruan dalam hidup ini, namun saya ingin terus memperbaikinya agar tidak terjadi untuk kedua kalinya, dan sayapun tak berharap kelak anak-anak saya punya pemahaman yang salah tentang 3B ini.

Cukup sekianlah curhatan saya, karena kalau dikeluarkan bisa menjadi panjang, sepanjang jalan kenangan. Dan endingnya malah ngak jadi bermanfaat buat saya. Saya mohon maaf kalau ada yang merasa tersinggung atau tersakiti dengan curhatan saya ini. semata-mata ini saya tulis hanya untuk pengingat buat diri saya sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

apalah artinya sebuah nama...

Bismillahirrohmanirrohiim.. 

Melihat kejadian yang memprihatinkanyang dialami teman-temanku, yang slalu kebingungan saat mencariku kayaknya perlu diadakan sebuah konfrensi pers deh.. *halah* 

Yang mana rata-rata temen yang aku kenal, kebanyakan teman berantai, artinya dia kenal aku dari temannya dan temannya temanya lagi.. Pokoknya gitulah, dan kebayakan klo kenal gitu kan pada sok kenal dan sok dekat..*pengalaman aku juga sih* jadi yaaa rata-rata taunya cuma panggilanku aja..ngak tau silsilah keluarga dan turun temurunnya *abaikan, gak penting*

Berhubung kesibukan yang padat, jd jarang sekali punya waktu buat nongkrong-nongkrong kayak teman2 yang lain..maka beralihlah daku ke dunia maya, yang waktunya lebih fleksibel, dan orang-orang yang ditemui berasa lebih banyak.. Bermula dari hobby nangkring  ∂i dunia maya itulah *miss chatting* banyak kejadian-kejadian konyol terjadi.. 

Zaman dahulu kala itu belum ada namanya FB, twitter dan sebangsanya.. Jadi dulu aku nyasarnya  ∂i Gamma land, singkat cerita gamma itu sprt FB sekarang lah, aku yang waktu itu masih lugu *lucu dan dungu* tiba-tiba nyasar  ∂i grup "sumatra" why? Yaaa tau sendirilah, pengen nyari temen yang dekat-dekat yg bisa disamperin untuk  ∂i culik..#eh (ʃ⌣ƪ)
Sebagai newbie  ∂i sumatra grup, daku jadi inceran. Why? Karena lugu nya itu, trus  ∂i gamma itu penduduknya lebih dominan cowok, ditambah foto profil waktu itu pake kerudung..*saat itu jarang sekali ditemui wanita berkerudung* Jadilah diuber-uber, untungnya disana kenal ama kakak-kakak yg baik, yg ngajarin seluk beluk berinteraksi  ∂i dunia maya, jadi disana aku dari newbie sampe akhirnya lulus ujian dan diangkat jadi translator, yang tugasnya bs merubah tampilan web dan smua design tampilan..pokoknya berasa punya sendirilah, jadi makin betah disana, apalagi teman-teman yang asik punya jd makin terkenal lah disana.  dan alhamdulillah sampe sekarang komunikasi msh tetap berlanjut meski kami digusur dari gamma.. *crying*

Waktu itu  ∂i gamma ngak ngerti buat bohong-bohong *tapi sering dibohongi karena lugunya*. Ngak kepikiran juga bikin nickname yang kece, taunya cuma "ai" karena apa? Ya itu panggilan aku, dan buat aku itu nama kesanyangan.. Krn "ai" itu dlm bahasa cina atau jepang itu artinya cinta.. *tsaaaah*
Jadilah smua orang panggilan aku "Ai" (bacanya buka "ay" tapi "a i") nah ditampah keisengan aku yang suka manggil orang dengan suka-suka aku..misal namanya udah keren2 "joshua" aku manggilnya jojo, atau namanya "erni" aku manggilnya senja, klo "shinta" aku manggilnya malah "tami" dan parahnya kak "putra" aku lebih suka manggilnya "mput" .ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮.. Pokoknya suka-suka aku banget.Maka aku juga mendapat panggilan yang suka-suka dari mereka.. *karma boooo'* 

Ada yang manggil "aina" artinya itu mata.. Karena katanya mata aku indah *ini fitnah banget* ada yang manggil "nana" karena saking childist nya.. *tau aja...hehe* dan ada yg suka manggil "aya" mbuh ini karena apa..sampe nyemplung  ∂i multiply tetap aja dikenalnya dengan nama "aya" Pokoknya tiap kakak2  ∂i sana pasti punya panggilan khusus buat aku..bahkan sampe sekarang, saat ketemu pun msh panggil nama itu, bahkan lupa kali nama aku sebenarnya siapa...ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮.. di kampus juga masih banyak yang manggil “Aya”

Lanjut ke FB malah semakin parah aja.. Berhubung waktu itu mau merubah image.. Gak pengen lagi  ∂i cap sebagai cewek cerdas, maka FB pertamaku namanya "ijah marijah" biar kesannya lbh ndeso.sorry ya jah bukan maksud mau jelekin yang namanya ijah *tsaaah* karena kebanyakan teman-teman dari gamma jg bikin FB pasca penggusuran, entah ini masih menggunakan nama yang sama atau pake nama baru lagi.
Tapi tetap yaaa.. Meskipun nama bisa berubah, tetap aja karakter seseorang ngak bisa  ∂i ubah *jedotin kepala* bahkan teman-teman gamma dengan gampang bisa menebak klo si “ijah” itu adalah aku. Dan akhirnya  si "ijah" pun masih bernasib sama. Masih banyak dikejar-kejar cowok-cowok iseng..padahal ngak pake foto sama sekali lho..Masih memiliki banyak teman..tapi lucunya teman-teman disana taunya namaku emang "ijah marijah" *syukuriiiin, kualat kan?* tapi ya ngak papa lah, apalah artinya sebuah nama yang pentingkan fisik dan otaknya *tsaaah* 

Pertengahan jalan, bosen dengan nama ijah, maka mulailah kembali ke habit, kembali ke nama “arsya nurani” nah buat teman-teman baru ada yang manggil "nur" ada yang manggil "sya" dan ada yang manggil "rani" yaa sama aja mah.. Terserah mereka lah yg penting mereka nyaman.. 

Lain  ∂i dunia maya, lain pula  ∂i dunia nyata.. Klo dirumah, dulu seluruh keluarga manggil aku "ayang" ngak ngerti sejarahnya, pokoknya dari kecil emang udah itu. dan ada kejadian memalukan zaman putih abu-abu, waktu itu naik angkot bareng teman-teman sekolah, kebetulan ada salah satu temannya abangku yang sering main ke rumah.. Karena dia taunya namaku "ayang" jadilah waktu itu dia nanya " mau kemana yang?" Mana ngomongnya banter, jd teman-temanku pada dengar dan menjadi tanda tanya besar buat mereka sambil  ∂iikuti tatapan tajam.. mereka bertanya "siapa cowok itu?? Kok dia panggil "yang"?? Waaah pokoknya jadi hebohlah.. Teman-temanku ngira cowok itu adalah pacarku *nangis guling-guling* 

Nyampe rumah aku protes dengan berurai air mata kepada smua penghuni rumah saking malunya..hahaha.. Pokoknya apapun alasannya aku ngak mau lagi dipanggil "yang" terkhusus buat abangku apalagi itu klo diluar. Pokoknya ngak mau lagi ada kesalah pahaman yang menurunkan pamor *tsaaaah* tapi apa mau dikata, nama "yang" itu udah melekat didiri ini sejak dahulu kala, maka akan sulit buat mereka merubah panggilan buatku.

Si abang klo ngajak jalan ke luar pasti udah kayak orang pacaran aja.. Gimana ngak? Wong manggil daku "yang", klo jalan aku suka digandeng, karena takut ilang atau nyasar karena adeknya ini pikun klo disuruh ngapalin jalan dan phobia keramaian,  ditambah tidak ada kemiripan wajah antara kami, maka lengkap lah sudah asumsi orang-orang mengatakan kami "pasangan serasi" hoeeek.. 

Akhirnya era memalukan itu bisa terselamatkan juga saat ponakanku tercinta bisa ngomong, dan saat itu aku ngak mau dipanggil "tante" apalagi dipanggil "ayang". Pokoknya apapun yg terjadi maunya dipanggil "bunda" *aleeeesaan*. Dan akhirnya demi menghormati pendidikan dirumah, smua orang dirumah harus manggil aku "bunda" lebih lengkapnya ponakanku manggilnya “Bunda cantik” ciiiieee..hehehe.. Dan parahnya para tetangga yang biasa manggil "ayang" sekarang juga manggil "bunda". Dan sialnya klo ngajak ponakan jalan-jalan ke taman kota malah dikira anakku.. *nyari jurang* 

Semakin hari semakin banyak terjadi transformasi..kakak-kakak aku suka mlesetin kata "bunda" menjadi "buntel" ini gegara aku suka manggil mereka "gendhut" .ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮.. Sejak melahirkan, badannya jadi melar, makanya aku suka manggil dia "ndhut".dan klo mereka lagi sebel dengan keisenganku mereka manggilnya “Kabun”.  Ngak tau deh ntu artinya apa, pokoknya masih plesetan dari kata “bunda” hahaha..
Tapi yang salut buat adek bungsu aku, yang konsisten ngak mau merubah panggilan "yang" hanya saja dimodifikasi ama dia.. Karena biasanya dia manggil aku "ni ayang" alias uni ayang, jadi disingkat ama dia "nay" maka buat teman-teman dia, taunya namaku "nay". Klo ketemu dijalan mereka pasti manggil aku “kak nay” *tepok jidat*  dan panggilan sayang buat adekku adalah “chim” tapi klo lagi sebel ama dia berubah jadi “chimpui” hehehhe padahal mah nama aslinya “Suci” 

Lain  ∂i rumah, maka lain pula  ∂i kantor. Klo dikantor mereka lebih populer manggil aku "zie" ini mah panjang banget ceritanya..trus juga ada beberapa teman yang manggil aku “zizi” gegara abis liat film "dalam mihrab cinta" mereka mencap karakter dan foto aku itu mirip banget ama tokoh zizi dlm film itu. *fitnah banget ini* Dan parahnya anak-anak baru yang baru bergabung tau nya namaku juga "zi" padahal ngak ngerti silsilahnya gimana. Yaaa jadilah gitu.. 

Klo  ∂i pengajian maka jadi lebih parah lagi.. Smua orang punya nama hijrah.. Aku yang udah bosen dengan kebanyakan nama sebenernya gak mau pake nama-nama hijrah.. Tapi ape mau dikate, aturan dalam organisasi.. Maka dengan sangat terpaksa maka harus nerima juga nama pemberian dari sang guru alias musryfa, aku dikasi namanya "fathiya" katanya itu mewakili kepribadian aku yang ceria dan cerdas *tsaaah*  jadi yaaa jangan heran klo  ∂i sana orang lebih mengenal aku dengan nama itu.. Jadi buat adek-adek yang baru bergabung, taunya namaku ya "fathiya" atau “kak Tya” bukan yang lainnya.. Klo ada yg nyari aku dengan nama "arsya" atau "ai" dijamin ngak bakal ada yg tau.. 

Belum lagi teman-teman aku yang suka usil, malah suka manggil aku “udin” why? Karena saking pengennya mereka melihat aku bisa bersikap “romantic” dan “feminim” jadi awalnya itu mangginya “dinda”ku alias adinda.. tapi berhubung aku suka iseng klo dipanggil “dinda” maka diplesetin jadi “udin” sama mereka *lempar granat ke mereka* belum lagi temen-temen cewek aku yang udah deket, manggilnya suka pake kata “jeng” udah kayak ibuk-ibuk arisan aja, ngak tau mereka dapat ide darimana itu, akhirnya biar deal aku juga manggil mereka “jeng” dan klo mau lengkapnya aku manggilnya “jengkelin” hehehehe..

Nah yang bingung itu buat orang-orang dirumah.. Kasian, baik itu ibu kost maupun ibu kandung sendiri atau keluarga dirumah, klo ada yang datang ke rumah nyariin aku.. Jadi bingung.. Karena ngak ngerasa kenal dengan nama itu.. .ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮.. Jangankan mereka, aku juga suka bingung mau ngenalin nama aku siapa buat yang baru aku kenal..
Jadi saran aku nih yaaa.. lain kali klo mau nyari aku dirumah atau di kost bawa foto aja yaa.. Nyari kayak orang-orang hilang gitu lah.. "Buk kenal dgn orang yang difoto ini ngak?? Aku rasa cara itu akan lebih baik ĤëĤëĤë...(•ˆ⌣ˆ•)‎​ ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karena kamu Surgaku...




Berjuanglah
Berjuanglah, aku ingin tau, sampai dimana kadar keseriusanmu. Berjuanglah, jangan putus asa, aku disini mengharapkan kepastian. Bukan sekedar janji . Aku tak meminta kamu hanya sebatas kenangan. Aku menunggumu di pintu masa depan. Berjuanglah, jika kamu yakin, jawaban dari sujud disepertiga malammu adalah aku. Jagalah dirimu. Perihal apapun itu. Jalan kita masih panjang. Belum cukup untuk mengaku pantas. Sama-sama memperbaiki diri ya. Beri aku kabar jika cita-cita mu telah tercapai. Jangan lupa, luluhkan dulu gerbang terkuat, ada waliku.....Dengan iman dan ridho orang tua mu :)

****************************************

Diantara lelaki yang telah dijamin masuk  Surga yang pertama Abu Bakar Ash Shiddiq, kedua sang Al Faruq Umar Bin Khattab, ketiga Utsman Bin Affan . , dan keempat Ali bin abi Thalib.
yang Kelima aku berharap kamu …. Suamiku…
jadilah Suamiku yang sholeh sehingga engkau dimuliakan di surga, aku akan membantumu...karena kamu adalah Surgaku,  hanya atas Ridhomu Surga bisa kumasuki..

******************************


aaah sesi Romantis dan gombal hari ini cukup sampai disini aja dulu... dari pada nanti aku di kaploki oleh duo anak kecil yang ngebet nikah tapi belum berani... heheheh
ini gegara harus ngedit naskah Romantis ala Nabi.. tiba-tiba mendadak romantis.. hahaha *pendalaman karakter*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kamu mau ngak..??

abi : eh aku mau tanya banyak boleh yak ??
umi : boleh, tanya apa ??
abi : tapi jawabannya gak usah dipikir ya„ spontan aja dari kata hati„ juga jangan dipikir detailnya„ contohnya pas aku tanya “pengen sate gak ?”. Jawab aja ya atau gak, gak usah dipikir beli dimana, berapa tusuk, enak apa gak. Pokoknya jawab sesuai kata hati ya.  
umi : iya, mau tanya apa sih, jadi grogi
abi : sante aja, hahahah, ok ya, mulai pertanyaan pertama
hidupmu sampai saat ini gmn, bahagia kan??
umi : bahagia, Alhamdulillah
abi : Alhamdulillah, eh, mau gak setiap hari ketemu aku ??
umi : aduh malu jawabnya, tapi … mau 
abi : aku yang tanya jg malu ini sebenernya, mau gak tiap pagi yang pertama diliat aku ??
umi : mau ~~ hehehe
abi : mau gak tiap pagi kamu bikinin aku bekal buat dibawa kerja ??
umi : mau
abi : mau gak tiap aku demam, kamu ngompres aku, nungguin aku sampe aku tidur ??
umi : mau … duh jadi pengen nangis
abi : mau gak bangun bisnis dari nol sama ku, cari rezeki bareng, diambil secukupnya, selebihnya di pake buat ibadah
umi : mau 
abi : mau gak rezekinya ditabung di bank syariah, bukan di bank biasa ?
umi : mau, nabung di celengan semar jg gpp, asal g riba
abi : mau gak bangun tengah malem bikinin aku indomie waktu aku nonton pertandingan AC Milan ?
umi : mau … hidup Juve !!! *lhooo*
abi : mau gak klo lagi dapet tamu bulanan kamu aku beliin coklat ato Ice cream kesukaanmu ??
umi : mau, mau bangeet malah,
abi : mau gak klo aku yang nganterin kamu kemanapun kemana kamu pergi ?
umi : mau„ 
abi : ikhlas gak klo tiba2 aku kentut di depanmu ??
umi : ikhlas redho lahir batin, tapi jangan sering ya
abi : mau gak tiap sore nunggu matahari terbenam kamu nyanyi aku yang maen gitar  ??
umi : mau, tp jgn dangdut ya 
abi : mau gak kita nabung berangkat haji bareng ??
umi : mau „ kayaknya semua jawabannya bakalan mau deh
abi : mau gak ngaji bareng sampe isya’ saling mengingatkan klo ada bacaan salah ?
umi : mau 
abi : mau gak kamu setia cuman buat aku seorang meskipun aku lagi susah ??
umi : mau, kamu jg setia ya 
abi : mau gak kamu nanti mengandung anak - anakku ??
umi : mau,  tuh kan jadi nangis beneran 
abi : mau gak aku bantu dapet pahala jihad sebagai seorang istri yang taat pada suami ??
umi : mau , itu impianku
abi : mau gak jadi bidadariku di dunia dan di surga ??
umi : mauuu
abi : mau gak km nerima aku apa adanya, ikhlas dengan kebodohanku dan kekurangannku sebagai suamimu dan imammu, nerusin hidupmu yang bahagia sama aku  ??? (sodorin cincin)
umi : mauuuuuuuuuuuuuu „ huaaaaa (saking gak sabarnya masang sendiri cincin di jari manisnya)
abi : ayok ke bapakmuuuuuuuu


*klo dilamar seperti itu? bakal nolak ngak yaaa... hehehehe* 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Followers