RSS

Dear Kamu

Bismillahirrohmanirrohiim...

Dear Kamu,


mulai sekarang semua akan berubah, ada banyak hal baru yang akan aku, kamu dan kita hadapi,

aku cuma berharap kamu bisa bertahan dan berjuang dan memperjuangkan, apa yang telah ku perjuangkan selama ini.

jika kamu berfikir dan merasa tidak sanggup, beritahu aku sekarang, agar semua ini berakhir saat ini juga dan pada titik itu saja.

salam,
aku.^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

nikmat hari ini

Bismillahirrohmanirrohiim...


Alhamdulillah..rasanya terlalu banyak nikmat Allah yang aku terima hari ini, dan banyak sekali kejadian-kejadian yang diluar dugaan..

pertama setelah sekian lama, baru hari ini aku "bisa" dan "berani" mengungkapkan apa yang menganjal dihatiku, langsung kepada orang yang bersangkutan. bagaimana hasilnya biarkanlah Tangan Allah yangh bekerja..

aah..entah keberanian dari mana itu, aku juga tak mengerti, setelah kemaren punya keberanian memasukannya kedalam "dreambook" sekarang punya keberanian untuk berhadapan langsung dengan orangnya.. dan aku ngak tau besok-besok entah keberanian macam apa lagi yang bakal muncul. but, so far so good.. thanks to Allah..:))

dan entah kenapa setelah itu semuanya menjadi lancar hari ini. ke rumah sakit lancar, justru malah dapat berkah, kenal dengan nenek-nenek energic dan dapat beberapa cerita dan pengalaman hidup, plus dikasi minuman lagi..ah nikmat Tuhan Mana lagi yang Kau dustakan nak..:')

pulangnya pun lancar, niat hati nyari buah, tp ngak ada yang segar akhirnya nyari makan di food court, dan alhamdulillah ngak direncanakan ketemu sama salah satu akhwat pejuang subuh dan keluarganya, selain dapat cerita-cerita malah dapat traktiran nasgor kesukaan.. ya Allah..alhamdulillah banget atas nikmat hari ini..:))

bersyukur banget atas hari ini.. kesuksesan hari ini, smoga besok-besok masih banyak keberuntungan seperti sekarang..aamiin..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dear You..

Assalamualaikum.

langit cerah siang ini, Udara panas menyergap di sekeliling kamar. Sepertinya hujan masih ragu, apa bumi perlu disejukkan lagi atau tidak, sedangkan sejak kemarin ia sudah turun mengguyur bumi hingga basah kuyup.
Sedang aku, tak melakukan apa-apa selain berusaha menyusun kata-kata, menyampaikan apa yang ada di pemikiran dengan kalimat-kalimat yang kuusahakan pas, kepadamu.

Kepadamu, segala harap membuncah. Kau yang kugadang-gadang dapat meluruskan prinsip dan akal sehat. Kau yang kugadang-gadang dapat menjadi imam.
Kau, yang kuidam-idamkan memiliki hafalan qur’an yang baik, memiliki pemahaman agama yang mumpuni. Kau yang kuharapkan mampu membimbing, meluruskan iman dikala membelok, mengingatkan dikala menunda sholat, menyodorkan qur’an dan meminta membacanya ketika disekap kesedihan.

Kau, laki-laki yang nampaknya diam, nampaknya dingin, nampaknya tak peduli, tapi nyatanya hangat dan meneduhkan. Kau, laki-laki yang tegas dalam laku, bijaksana dalam tutur, dan hangat dalam mendekap, yang selalu mampu menempatkan diri dikala harus menjadi teman, sahabat, maupun suami. Kau, yang kuidam-idam untuk segera datang, Kau.

Surat ini kutulis saat umurku menginjak 27 tahun. Usia yang kata orang sudah dewasa, namun nyatanya aku sediri merasa masih sangat childish. Akan nampak aneh dan menggelikan sekali membaca ini barang tiga sampai lima tahun kemudian. Merasa diri belum pantas untuk merindukan ‘pernikahan’. tapi entah kenapa aku memiliki keberanian yang besar menuliskan rencana ini dalam dream book ku..(katanya menulis dream book itu harus detail, see..aku menuliskan sudah detail bukan? )

.
Geli sendiri rasanya saat menuliskan ini. Merasa sangat dan sangat-sangat tidak pantas. Merasa menjadi manusia paling ababil di dunia. Ah~ tapi bukankah merindukanmu sebagai suami nyatanya lebih baik daripada merindukanmu ‘hanya’ sebagai seorang ‘pacar’? (Oke, anggap saja ini hanya apologi).

Aku, yang membaca qur’an saja masih terbata-bata ini. Aku, yang sholatnya masih sering kali kutunda karena amanah dunia ini. Aku, yang jilbabnya kadang belum sempurna terjulur ke bawah ini. Aku, yang masih suka lepas kaos kaki ketika keluar kamar kost. Ah~ aku, yang masih begini-begini saja ini. Pantaskan merindukan orang sebaik engkau, sesholeh engkau?

Ah~ aku, yang masih kekanak-kanakan ini, pantaskah esok menjadi ibu dari anak-anak yang kau harapkan dapat menjadi penegak agama?

Ah~ aku, sekali lagi, yang membaca qur’an saja masih terbata-bata ini, mampukah membimbing hafizh dan hafizhah kecil kita esok?

Ah~ aku, yang menggoreng telur saja masih sering gosong, mampukah menyediakanmu hidangan untuk bekalmu mencari nafkah esok?

Rasa-rasanya Allah terlampau cepat membentuk rindu ini. Bukankah masih sangat banyak waktu untuk rindu ini, esok?

Segera kusadari bahwa rindu ini ada untuk dituntaskan segera. Rindu ini ada sebagai lonceng, sebagai penanda, bahwa pembenahan diri sendiri harus dimulai sejak saat ini. Harus dimulai sebelum terlambat. Ah~aku harus mempersiapkan segera..
semoga apa yang ku tulis di dream book itu bisa tercapai...aku mohon do'anya..agar aku layak menjadi pendamping mu dan ibu dari anak-anak mu kelak..

Umurku baru saja 27 tahun dan aku mulai merindukanmu. Rasa-rasanya hati sudah mulai demam :)

(Untuk kamu yang namanya sudah mulai berani ku tulis "Zauji" :))

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jembatan Hati

Ketika masanya kita bertemu dalam jalan buntu  yang tidak lagi saling menghubungkan hati
Membangun jalan baru bukankah adalah ikhtiar yang akhirnya kita tempuh?
di persimpang jalan, kiri dan kanan adalah keniscayaan yang harus kita pilih
ternyata, air yang mengalir deras dari dua arah, akan bertemu di satu titik, menciptakan tumbukan besar yang kadang saling meniadakan.
Menghentikan laju air. Riaknya memencar, dan justru menghancurkan.
Maka, sebaiknya diredam saja. Emosi dan prasangka kita, disembunyikan saja.
Kita sama-sama tahu,
Bahwa ternyata, kita adalah sepasang bilangan prima yang tidak bisa dibagi,
Kecuali oleh keras kepala kita sendiri.
Iya, kan?

tidak lagi menjadi layak untukku membuatmu meyakini apayang aku katakan atau memercayai apa yang aku lakukan
sebab aku takut jika  kata-kataku hanyalah angin yang tak bermassa di pikiranmu.
sebatas itu.

kepada kamu dengan penuh permohonan.
jauhi prasangka, 
dan mari kita bangun saja jalan baru kita
bukan sekedar jalanan biasa, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan hati kita,
 satu sama lain...
....lagi.
#entah kenapa suka dengan jalan cerita ini..padahal ngak merasa dalam posisi ini ..^__^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ketika hati tersentuh rasa



Bismillahirrohmanirrohiim..

“sandarkan semua rasa hanya kepada Allah..”ArsyaNurani

Saat hati tersambar “rasa” maka tak seprangpun yang mampu mencegahnya apa lagi menolaknya.
Karena Allah lah yang maha berkuasa atas hati kita, dengan sangat mudah Allah mampu membalik rasa cinta jadi benci dan benci jadi cinta.

Siapa sangka, dinda yang ceria dan cendrung terlihat tak memiliki “rasa” kepada lawan jenis, bibuat urung-uringan dan ngak focus dalam aktivitasnya, hanya kerena beberapa hari belakangan fikirannya tanpa bisa dicegah selalu memutar kenangan beberapa tahun lalu tentang lelaki yang telah menitipkan sebelah kakinya di surga.

Untung saja dinda cukup memahami apa yang harus dia lakukan ketika hati tersentuh rasa. Dia hanya mampu mengadukan gejolak hatinya kepada Allah, mungkin sedikit curhat ketika temannya bertanya kenapa dia terlihat tidak focus belakangan ini. dan sambil berikhtiar untuk sesutau yang “halal” dinda, terus menanamkan prinsip dihatinya“jika memang jodoh pasti bertemu, meski dia dan laki-laki itu berada ditempat berbeda.”.

Lain dinda maka lain lagi dengan Tanti, gadis periang satu itu cukup ekspresif dalam melukiskan isihatinya, raut wajahnya tak mampu berdusta atas apa yang hatinya rasakan. Ketika hatinya disentuh lembut oleh “rasa” maka semampunya dia berusaha mendapatkannya, meski itu membuatnya terlihat konyol. Bahkan sampai melakukan hal-hal bodoh. Tapi sayang..yang diperjuangkan Tanti bukanlah sesuatu yang “halal”. Tanti hanya berusaha memperjuangkan “rasa”nya dengan jalan apapun yang mampu dia lakukan.

Tapiiiii.. ada perbedaan yang signifikan dalam kisah ini. walau dinda terlihat  berikhtiar semampu yang dia bisa dan tetap dalam konteks yang dibolehkan, hingga hanya terkesan lemah “tanpa usaha, alias mencintai dalam diam” namun, dalam hatinya, dalam do’a-do’anya dinda adalah orang yang amat keras meminta kepada Allah untuk dibukakan jalan bertemu dan bersatu dengan lelaki yang telah menitipkan sebelah kakinya disurga itu. Entah keyakinan apa yang dimiliki dinda sehingga dinda mampu meminta hal itu, padahal sudah beberapa tahun dia tidak tau keberadaan laki-laki itu, bahkan dinda sendiri tidak mengetahui siapa namanya, bagaimana laki-laki itu. Dari beberapa kali pertemuan yang tak disengaja Tak banyak memang yang dinda ketahui tentang laki-laki itu, selain agamanya yang baik. Dan sepertinya dinda juga tak berminat untuk mengetahui banyak hal tentang laki-laki itu, karena dari agamanya dinda sudah yakin kalau dia adalah laki-laki yang baik.

Sementara Tanti, dia berusaha melakukan apapun untuk mengetahui segala sesuatunya tentang lelaki yang dia taksir. Apapun pembicaraan tentang lelaki yang dia kagumi terasa seperti sesuatu yang wajib dia ikuti. Namun dalam hatinya Tanti tidak memiliki keyakinan sedikitpun kalau dia dan laki-laki itu berjodoh. Semua yang dia lakukan itu hanya untuk memuaskan dahaga dihatinya tentang laki-laki yang dia kagumi karena tampangnya itu. Buat tanti, bisa dekat dan berkomunikasi dengan lelaki yang dia kagumi sudah lebih dari cukup. Karena menurut tanti laki-laki itu bukanlah masa depannya, karena terlalu banyak perbedaan yang ada antara mereka. Dimata tanti laki-laki itu adalah laki-laki yang nyaris sempurna, disamping berwajah menarik, dia memiliki kepribadian dan akhlak yang baik serta taat dalam beragama. Tanti hanya ingin selalu bersamanya..itu saja.

Lantas bagaimana kelanjutan kisah ini? aaaah mungkin hanya Allah yang tau, karena semua pun masih misteri bagi penulis. Dan manakah yang perlu ditiru?  Atau manakah yang layak diperjuangkan? ^__^

#ruang belajar kehidupan ini 26032012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ada hal yang ingin ku lakukan kelak

Bismillahirrohmanirrohiim..

Ada hal yang rasanya telat aku lakukan,
Tapi aku yakin tidak akan telat aku lakukan denganmu kelak nak..

Yaitu belajar “kreatif”..
Entahlah… aku selalu merasa iri kepada orang-orang yang “kreatif” itu..
Ada banyak hal dan keindahan yang mereka ciptakan dengan kesederhanaan..
Dan kelak aku ingin kau seperti itu nak..

Aku ingin mengajarimu seperti ini..


Dan ini..





Aaah pokoknya ada banyak hal-hal kreatif yang ingin ku lakukan dengan kalian…
Dan untuk itu aq harus belajar dari sekarang…


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

seperti inilah Rumah Tangga saya Kelak

Bismillahirrohmanirrohiim…

Ada banyak hal yang saya pelajari belakangan ini, dan ada banyak alasan kenapa saya tidak menuliskannya *fiuh alasan*, tapi mengingat ilmu itu wajib di tulis biar tidak hilang, maka dengan ini saya ingin menulis apa-apa saja yang telah saya pelajari dari lingkungan dan dari buku-buku yang saya baca. Untuk jadi pengingat agar kelak ketika saya lalai dan lupa saya bisa mengingatnya kembali ketika membuka blog ini.

1.       Pernikahan antara realita dan impian.
Begitulah judul sebuah curahan hati tetangga sebelah yang saya baca semalam. Mungkin suatu hari nanti saya (kamu) akan mengalami hal yang sama, ketika cinta tak mampu lagi memberikan kebahagiaan dalam rumah tangga, ketika impian membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah dan dakwah di awal menikah dulu lambat laut kian memudar.  Ketika hari demi hari kehidupan berbenturan dengan permasalahan-permasalahan yang mulai bermunculan.

Bukan, bukan salah pernikahan yang tanpa pacaran, juga bukan salah impian diawal membangun rumah tangga yang terlalu indah, hanya saja terkadang kita sering lupa jika sudah dicampuri oleh ego pribadi. Setidaknya itulah pendapat saya yang masih awam ini.

Maka sebelum saya berada pada tahap itu, saya ingin melakukan beberapa perubahan, agar kelak tidak seperti itu, ya minimal tidak separah itu. Saya ingin disetiap sudut rumah saya kelak ditempelin pesan-pesan tentang kewajiban suami dan istri, tentang tujuan rumahtangga dan beberapa hadist2 lain yang mendukung yang sudah ada dibenak saya. Yaaa..mirip dengan kondisi kamar saya sekarang lah, yang setiap sudut kamar ada aja catatan-catatan kecil untuk penyemangat dan pengingat dikala saja low dan di kuasai Ego. Dan saya merasa cara ini cukup efektif untuk membuat saya tetap normal.. :) serta tak lupa setiap hari saya dan pasangan saya kelak harus menambah ilmu, baik itu ilmu rumah tangga atau lainnya. Karena buat saya ilmu itu penting. but, bukan hanya kelak sih, harusnya dimulai dari kemaren-kemaren, hari ini dan seterusnya. :)


Pembicaraan dari hati ke hati juga merupakan suatu hal yang penting kelaknya, karena bagaimanapun juga saya dan dia adalah dua orang yang dilahirkan, dibesarkan dan dididik di dua dunia yang berbeda, jadi setiap hari sepanjang hayat harus diadakan penyesuaian dan saling pengertian, agar kehidupan nanti tidak akan saling melukai dan menyakiti satu sama lain, atau jika itu terpaksa terjadi paling tidak meminimalkan luka yang akan tertorehkan di hati masing-masing.. :)

Aaah terlalu panjang jika semuanya harus saya tuliskan disini, tapi saya yakin kelak jika saya membaca tulisan ini lagi saya bisa mengetahui detail nya.. 


2.       Anak adalah investasi dunia dan akhirat.
Yuph.. ini adalah point penting yang selalu mendapat perhatian saya sejak dulu, bukan karana saya mencintai dunia anak-anak, hanya saja kelak saya ingin menjadi ibu yang luar biasa buat anak-anak saya jika Allah mengizinkan.

Dulu, beberapa tahun lalu, dengan lugunya saya masih mempercayai kalau tidak boleh ngatakan kata “jangan” dalam mendidik anak. Itu adalah ilmu yang saya dapatkan dari dunia pendidikan saya yang didominasi oleh pakar dunia barat.. dan parahnya saya malah mempraktekan ini dalam pendidikan keponakan saya.. :(

Untungnya semakin hari semakin banyak dan beragamnya ilmu yang saya pelajari, hingga membuat saya mengambil keputusan yang bertolak belakang.
Kenapa harus tidak boleh ada kata “jangan” sedangkan dalam Alqur’an saja bertebar kata-kata “jangan”, dan yang paling simple adalah ayat “janganlah kalian mendekati zina” *pada taukan ya ayat berapa itu? 

Lantas bagaimana kelak saya harus menjelaskan kepada anak saya jika tidak menggunakan kata “jangan” ??. apakah saya harus menunggu anak saya cukup umur untuk mengajari hal ini? Saya rasa tidak. Karena pendidikan anak itu dimulai diusia yang sedini mungkin.

Mungkin kelak saya akan dinilai sebagai ibu yang kejam atau terlalu ketat dalam mendidik anak, tapi tak mengapalah, saya hanya ingin membantu pasangan saya kelak mempersiapkan anak-anak untuk tetap berada dijalan yang benar. Adapun rencana saya dalam pendidikan anak-anak saya kelak adalah.

Pertama dan utama sekali, anak saya tidak boleh menonton TV, karena dari pengalaman orang-orang yang saya liat itu adalah hal paling utama menghancurkan pola pendidikan anak. Saya tak ingin waktunya terbuang sia-sia dengan hal yang ngak bermanfaat. Saya ingin setiap yang dia lakukan kelak adalah hal yang bermanfaat.

Kedua, tiadak ada namanya dongeng dan cerita-cerita galau yang dari dulu saya telah diceritakan hal yang seperti itu. Saya hanya ingin mereka tau sejarah islam, cerita-cerita para sahabat dan perjuangan mereka dalam memperjuangankan islam. Maka untuk itu semua, saya harus menginvestasikan diri saya sendiri untul mengumpulkan cerita-cerita sahabat. Karena kelak meraka belajar pertama kali adalah dari saya.
Saya tidak ingin anak-anak saya lebih mengenal spiderman, batman, dan lainnya ketimbang dia mengenal Rosulullah, sahabat dan para pejuang islam lainnya. Karena spiderman itu adalah super hero yang tak pernah ada di dunia ini, tp sahabat dan pejuang islam lainnya adalah super hero yang pernah ada di dunia ini. :)


Ketiga, saya adalah orang yang akan menjadi sangat ketat dalam mengajarkan batasan-batasan kepada anak-anak saya, buat anak perempuan, sedini mungkin saya akan mengajarkannya untuk berhijab, tidak tabaruj dan tidak ikhtilat, dan dia harus pintar dalam mengurus rumah. Dan untuk anak laki-laki saya harus mempersiapkannya sebagai hero. Anak laki-laki saya tidak boleh lemah maupun cengeng, dia harus mampu menjaga kehormatan wanita. Tidak berikhtilat dan ngak boleh jadi playboy, apa lagi nyakitin hati wanita.

Dan yang paling penting anak-anak saya harus dekat dengan alqur’an, saya ingin anak saya menjadi hafizd dan hafidzah, dan saya ingin mereka hapal alquran langsung dari mulut ibunya sendiri.. hmmm, berat memang.. karena surga itu ngak semudah membalikkan telapak tangan. Jika orang-orang dahulu menebus surga dengan darah dan airmata, maka saya berharap dengan ini semua saya dan keluarga saya kelak bisa membeli surganya Allah  :)
 

Mungkin itu dulu yang bisa saya tuliskan karena ada banyak hal yang harus saya persiapkan untuk itu.. :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Followers